banner pekanbaru.ID sejarah kota
banner pekanbaru.ID kuliner khas pekanbaru
banner pekanbaru.ID potensi kota pekanbaru
banner pekanbaru.ID destinasi wisata
Install Web App Kotapekanbaru.ID Baca Berita Pekanbaru Gratis Tanpa Kuota!

Install Web App

Kotapekanbaru.ID

Baca Berita Pekanbaru Gratis Tanpa Kuota!

Rabu. 8 Juli 2026

WIB

27 Dilihat

Daftar Isi

Menyingkap Pesona Budaya Melayu: 7 Fakta Unik Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar Pekanbaru Riau

Provinsi Riau tidak hanya dikenal dengan kekayaan minyak bumi dan perkebunan kelapa sawitnya, tetapi juga warisan budaya Melayu yang sangat kental. Salah satu simbol kebanggaan masyarakat Bumi Lancang Kuning yang paling ikonik adalah Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar.

Jika Anda berkunjung ke Kota Pekanbaru, Anda akan sering melihat replika struktur bangunan ini pada gedung-gedung pemerintahan. Namun, tahukah Anda apa saja rahasia dan nilai filosofis di balik arsitekturnya?

Berikut adalah 7 fakta unik Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar khas Riau yang sarat akan makna sejarah dan adab leluhur.

1. Bukan untuk Tempat Tinggal, Melainkan Balai Adat

Berbeda dengan kebanyakan rumah adat di Indonesia yang berfungsi sebagai kediaman keluarga, Rumah Selaso Jatuh Kembar sejatinya adalah sebuah Balai Pertemuan. Bangunan ini dirancang khusus untuk kegiatan bersama masyarakat, seperti musyawarah adat, penobatan kepala suku, rapat desa, hingga upacara adat. Itulah mengapa di dalam bangunan asli tidak ditemukan adanya kamar tidur maupun sekat-sekat intim keluarga.

2. Arti Filosofis di Balik Nama “Selaso Jatuh Kembar

Nama bangunan ini diambil langsung dari keunikan bentuk fisiknya. “Selaso” berarti selasar atau teras. “Jatuh” merujuk pada tinggi lantai teras yang posisinya sengaja dibuat lebih rendah (turun) dibandingkan dengan lantai ruang utama. Sementara kata “Kembar” disematkan karena balai ini memiliki dua selasar dengan bentuk, ukuran, dan potongan yang sama persis di sisi kiri dan kanan bangunan.

3. Struktur Tiang Penyangga Berjumlah Genap dengan Makna Teologis

Sebagai rumah panggung khas daerah tropis, bangunan ini ditopang oleh tiang-tiang kayu besar berkualitas tinggi (seperti kayu Kulim, Resak, dan Punak) yang dialaskan di atas tumpuan batu (umpak). Menariknya, jumlah tiang utama harus selalu genap. Selain itu, bentuk tiang dipotong dengan pola geometris khusus:

  • Segi Empat & Segi Delapan: Melambangkan arah mata angin agar berkah datang dari segala penjuru.

  • Segi Enam: Manifestasi dari Rukun Iman.

  • Segi Tujuh: Mewakili filosofi tujuh tingkatan surga dan neraka.

4. Ornamen “Selembayung” di Puncak Atap

Jika Anda memperhatikan bagian atas atap, terdapat hiasan kayu bersilang yang mencuat ke langit dengan ukiran flora yang sangat halus. Hiasan ini disebut Selembayung atau Sula Nyanda. Kehadiran Selembayung bukan sekadar pemanis visual, melainkan sebuah simbol teologis penanda hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa (sesuai prinsip Adat bersendi Syarak, Syarak bersendi Kitabullah).

5. Pantangan Motif Hewan pada Ukiran

Masyarakat Melayu Riau sangat memegang teguh ajaran Islam. Oleh karena itu, seluruh dekorasi dan ukiran pada Rumah Selaso Jatuh Kembar menghindari bentuk visual hewan (fauna) secara nyata karena alasan teologis. Sebagai gantinya, rumah adat ini dipenuhi corak flora, kaligrafi, geometri, atau pola abstrak seperti motif Itik Sekawan (yang digambar menyerupai ombak beriringan) dan motif Lebah Bergayut yang melambangkan kerukunan serta kerja keras.

6. Desain Interior yang Terbuka untuk Adat Bermusyawarah

Tata ruang dalam (interior) Selaso Jatuh Kembar sengaja dibuat sangat lapang tanpa sekat permanen. Area tengah yang paling tinggi dikhususkan bagi para tetua adat, datuk, atau tokoh penting demi menjaga adab sopan santun. Konsep ruang terbuka ini menegaskan nilai transparansi, kebersamaan, dan asas gotong royong dalam mengambil keputusan melalui mufakat.

7. Ditetapkan Resmi oleh Pemerintah pada Tahun 1970-an

Meskipun arsitektur tradisional ini sudah hidup berabad-abad di sepanjang aliran sungai Siak, Kampar, dan Rokan, Rumah Selaso Jatuh Kembar baru secara resmi dipopulerkan dan ditetapkan sebagai ikon Rumah Adat Provinsi Riau pada masa pemerintahan Gubernur Imam Munandar sekitar tahun 1971, usai dilakukan riset mendalam untuk menemukan satu bentuk arsitektur yang paling mampu merepresentasikan marwah Melayu Riau.

Kesimpulan: Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar Pekanbaru Riau bukan sekadar tumpukan kayu kuno, melainkan kristalisasi nilai adab, hukum Islam, kebersamaan, dan identitas sosial yang kokoh dari masyarakat Melayu Riau yang patut terus dilestarikan.

Explore Selangkapnya :

Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, Simbol Keagungan Budaya Pekanbaru Riau

.

Hashtags: #RumahAdatSelasoJatuhKembar #RumahAdatRiau #BudayaMelayu #PesonaPekanbaru #WisataRiau #ArsitekturNusantara #WarisanBudaya

Bagikan :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp
Telegram
Yuk! Jelajahi Pekanbaru: Dari Keajaiban Budaya hingga Spot Hits Kekinian!
Pekanbaru punya cerita, kamu punya waktu. Yuk, explore destinasi hits yang belum pernah kamu lihat sebelumnya!
Yuk! Jelajahi Pekanbaru: Dari Keajaiban Budaya hingga Spot Hits Kekinian!
Pekanbaru punya cerita, kamu punya waktu. Yuk, explore destinasi hits yang belum pernah kamu lihat sebelumnya!